A
Agus S. Simanjuntak
🇮🇩Medan, ID
Dive Trip yang Seamless
Gua diving lebih dari 12 tahun, dan rare banget nemu phinisi yang handling dive group dengan se-professional Singkolo Phinisi. Trip ini 5 hari, covering Rinca, Crystal Rock, dan terakhir di Manjarite—current-nya strong tapi worth it. Dive master mereka ex-National Park ranger, jadi dia tau exact spot untuk manta pass dan pygmy seahorse. Safety protocol strict, O2 dan first aid fully equipped. Yang agak kurang cuma satu: dive deck bisa lebih luas, tapi mereka manage space dengan smart. Kabin bersih, AC stabil, dan makanan? Indonesian home-style tapi elevated—ada touch of modern plating. Gue bawa 3 tank, dan every single dive was logged with precision. Next time, maybe extend ke week-long itinerary. This level of detail? Hard to beat.
Photography Trip with Epic Frames
Sebagai freelance visual storyteller, aku butuh location yang raw dan dynamic—dan Singkolo Phinisi delivered on both. Expedition ini fokus ke Crystal Rock dan Rinca Island, dua spot yang technically challenging but rewarding. Captain beneran master dalam positioning boat biar lighting pas untuk golden hour shoot. Kabin simple tapi functional, dan yang paling aku appreciate—dedicated dry space for gear. Mereka bahkan sediakan freshwater rinse station for housing camera. Sunset di Batu Bolong? Pure magic. Siluet phinisi dengan Komodo di background—frame yang aku cari selama ini. Satu note: lebih banyak shaded area di deck akan help untuk post-processing di siang hari. Overall, logistics sangat tight, crew paham betul kebutuhan creative traveler.
Corporate Team Build yang Beda
Client retreat kantor di Singkolo Phinisi jadi surprise highlight tahun ini. Biasanya meeting di ballroom hotel, tapi kali ini kita fully offshore—pulang bawa bonding yang lebih authentic. Dua hari full agenda di Komodo Island, tracking dragon dengan ranger lokal, then back to boat for dinner under stars. Meeting space di main deck ternyata perfect untuk brainstorming, natural lighting dan breeze bikin everyone lebih open. Crew handle everything dari catering halal sampai docking schedule dengan precision. Yang agak tricky cuma charging port di kabin—agak limited, jadi beberapa kabel harus sharing. But honestly, less screen time = better quality conversation. Nusa Kode jadi moment favorit—snorkeling di sana seperti floating in aquarium, water clarity 10/10.
R
Raka B. Mahesa
🇮🇩Tangerang, ID
Ultimate Birthday Escape di Laut Flores
Ulang tahun ke-40 ini saya habiskan di Singkolo Phinisi — dan honestly, the decision was spot on. Sebagai bagian dari small milestone birthday celebration dengan close circle, 25-meter yacht ini memberi keseimbangan sempurna antara elegance dan adventure. Wake up di Sebayur Island, sunrise-nya cinematic banget, airnya jernih seperti crystal. Snorkeling di Crystal Rock juga next level; visibility-nya consistently over 20 meters, and the coral health? Immaculate. Yang saya appreciate banget adalah crew’s attention to detail — setiap meal di-deck dengan local touches, tapi presentation-nya very curated, kayak di boutique resort. Kabin utama luas, king bed-nya super comfortable, dan bathroom-nya dengan rain shower yang powerful. Tapi kalau mau jujur, WiFi agak inconsistent di beberapa spot — not a dealbreaker buat saya karena memang butuh digital detox, tapi mungkin bagi yang need to stay connected, bisa jadi pertimbangan. Juga, 4 hari terasa terlalu cepat; I wished we had one more day, especially after experiencing Manta Point — swimming alongside mantas itu surreal, rasanya kayak dream sequence. Singkolo Phinisi bukan cuma boat trip; ini更像是floating sanctuary with purpose. Highly personalized service, without being intrusive. Next time, maybe dengan family — they’d love the deck space for yoga at dawn.
R
Rina M. Susanti
🇮🇩Semarang, ID
Reconnect with Nature in Style
Baru pertama kali join group trip, dan memilih Singkolo Phinisi ternyata decision yang tepat banget. Aku dari Semarang, biasanya staycation doang, tapi kali ini pengin challenge diri. Itinerary include Nusa Kode dan Komodo Island—remote banget, tapi precisely why it felt exclusive. Snorkeling di Nusa Kode, water-nya jernih seperti kaca, and the coral health? Outstanding. Crew selalu prepare cold towel dan infused water after activity—small gesture, tapi bikin feel cared. Dinner di beach Komodo dengan tumpangan kecil dari boat, itu moment yang susah dilupain. Satu hal: kabin 3 agak bising pas mesin jalan, tapi overall comfort masih top. The balance between adventure dan comfort di sini? On point.
D
Dian Ayu Lestari
🇮🇩Ambon, ID
Wellness Escape with Ocean Views
Singkolo Phinisi beneran jadi sanctuary selama wellness retreat kemarin. Aku datang dari Ambon, butuh healing beneran setelah project marathon, dan vibes-nya langsung cocok sejak step onboard. Kita spend dua hari di Manjarite—pantainya seperti dream sequence, pas sunrise meditasi di dek belakang, rasanya seperti di private planet. Yoga session pagi dipandu oleh instructor yang mereka arrange, super mindful, dan background suara ombak jadi natural soundtrack. Crew-nya low-profile tapi attentive banget, selalu ada teh jahe hangat pas angin laut mulai kencang. Satu-satunya thing: signal wifi di tengah laut memang zero, tapi honestly? That was part of the therapy. Kalau bisa, next time tambahin satu hari di Batu Bolong, spot itu underrated for breathwork.
L
Linda Sari
🇮🇩Pematang Siantar, ID
Slow Travel di Laut Flores
Aku booking Singkolo Phinisi buat slow escape dari hustle kota kecil. Usia 50+, butuh pace yang nggak terburu-buru. Mereka handle trip dengan elegance—tidak terlalu packed, lebih ke immersion. Kita spend waktu panjang di Crystal Rock, observing current patterns, then gentle hike di Batu Bolong. Pemandangan dari upper deck waktu matahari terbenam? Worth every rupiah. Food mostly lokal—ikan bakar, sayur urap, sambal matah—tapi di-presentasi seperti fine dining. Satu improvement: lebih banyak buku bacaan di lounge, karena malam agak cepat gelap. Tapi honestly, star-gazing di tengah laut itu lebih healing dari Netflix. The simplicity of being at sea, with good service? That’s luxury menurutku.