R
Raka A. Harahap
🇩🇪Berlin, DE
Reconnect with Nature and Friends
Dari Rantauprapat, aku ajak 5 teman SMA untuk reunion di atas kapal. Dirga Kabila Boat cukup besar untuk group, tapi tetap intimate. 5 hari sailing ke Manjarite dan Nusa Kode—tempat yang jarang dikunjungi mass tourism. Di Manjarite, kita hiking ke puncak, lalu langsung jump ke crystal water. Sensasi itu? Priceless. Mereka sediakan kayak dan paddleboard—aku spent hours explore bay kecil. Aku di Standard Cabin, dan meskipun agak sempit, sangat cozy. AC works well, tapi suara mesin agak terdengar malam hari. Tapi itu tidak ganggu tidurku. Makanan? So good—especially the spiced coconut fish curry. Malam terakhir, kita bakar sate sambil dengerin live acoustic dari crew. Ini bukan sekadar trip—ini memory yang dibangun perlahan.
L
Lia M. Siahaan
🇩🇪Berlin, DE
Turning 40 with the Ocean
40 tahun bukan angka kecil, dan aku ingin merayakannya dengan sesuatu yang meaningful. Dengan dua sahabat dari Balige, kami pilih Dirga Kabila Boat untuk 4 hari sailing. Itinerary ke Long Beach dan Komodo Island memberi kombinasi adventure dan relaxation. Di Komodo, kita hike dengan ranger—lihat dragon langsung di habitatnya, sangat surreal. Malamnya, kapal anchor di teluk tenang, dan crew buat bonfire kecil di Long Beach. Mereka bahkan siapkan surprise dessert dengan lilin. Aku tidur di Master Suite—tempatnya sangat serene. Pemandangan dari jendela pas pagi hari? Absolutely breathtaking. Hanya satu hal: lebih baik bawa earplugs karena suara anchor di malam hari agak kencang. Tapi overall, usia 40 dimulai dengan clarity, bukan chaos.
Solitude & Snorkeling di Nusa Kode
Dari Solok, aku terbang ke Labuan Bajo hanya untuk escape. 4 hari di Dirga Kabila Boat, mostly solo, dengan highlight di Nusa Kode—spot yang sepi dan sangat pristine. Aku snorkel hampir 3 jam nonstop karena visibility-nya exceptional. Life under water di sana masih untouched. Crew-nya humble dan sangat knowledgable—mereka tunjukkan tempat penyu bertelur di Manjarite. Aku menginap di Standard Cabin, simple tapi functional. Ranjangnya firm, dan linen-nya bersih. Makanan mostly Indonesian dengan twist—spicy tuna tacos? Unexpected, tapi delicious. Hanya sedikit disappointed dengan afternoon tea—kadang terlambat datang. Tapi overall, this boat feels like a floating home with soul.
Honeymoon with Ocean Views
Setelah nikah di Ubud, kami lanjut ke Komodo untuk honeymoon singkat. Dirga Kabila Boat jadi pilihan karena kapasitasnya kecil—hanya 4 cabin, jadi lebih private. Kami ke Bidadari Beach dan Kanawa Island, dua spot yang photogenic banget. Di Kanawa, kita snorkel bareng white tip reef sharks—tidak menakutkan, malah peaceful. Kabin kami (Master Suite) punya bathtub kecil di luar—mandi sambil lihat sunset? Unbeatable. Makanan mostly local, tapi mereka accommodate request untuk gluten-free. Crew selalu panggil nama kita, bikin feel like family. Hanya satu wish: lebih banyak candlelit dinner setup. Tapi overall, every moment felt curated, not forced. This is slow luxury at its best.
A
Andi M. Darmawan
🇩🇪Berlin, DE
Escape from the Hustle
Sebagai founder startup di Jakarta, aku jarang punya waktu off-grid. Tapi 5 hari di Dirga Kabila Boat benar-benar life reset. Sailing ke Nusa Kode dan Manjarite—dua spot yang sangat untouched. Di sana, tidak ada signal, hanya ombak dan langit. Aku spent waktu membaca dan menulis journal di upper deck. Kabinku (Standard Cabin) bersih dan well-maintained, meski agak panas tanpa AC full day. Tapi mereka punya kipas tambahan. Snorkeling di Manjarite sangat impressive—coral masih healthy, dan ikan beraneka warna. Makanan mostly home-cooked style, sangat comforting. Crew sangat respectful terhadap personal space. Satu critique: lebih sering morning yoga session akan nice. Tapi overall, this is the kind of solitude that fuels creativity.
Sebuah Pelarian dari Boardroom
Baru saja selesai IPO, dan aku butuh tempat yang benar-benar jauh dari Zoom calls. Dirga Kabila Boat menawarkan exactly that. 5 hari sailing dengan small group ke Long Beach dan Komodo Island. View dari deck saat sunrise? Cinematic. Aku menginap di Master Suite—spacious, dengan jendela besar yang langsung menghadap laut. Mereka punya selection of Indonesian coffee dan espresso machine yang bagus. Snorkeling di Long Beach sangat rewarding—banyak turtle dan manta rays. Satu hal: angin cukup kencang di hari ketiga, jadi dinner agak terganggu di outdoor area. Tapi crew cepat setup inside. Yang paling berkesan? Malam tanpa lampu, hanya suara ombak dan langit penuh bintang. Ini bukan sekadar trip—ini reset button.
Babymoon yang Tenang di Tengah Laut
Kami memilih Dirga Kabila Boat untuk babymoon, dan honestly—perfect decision. Dengan usia kandungan 5 bulan, saya butuh trip yang nyaman tapi tetap meaningful. Kapalnya tidak terlalu besar, 22 meter, tapi layout-nya smart banget. Kami dapat Master Suite di deck bawah, king bed-nya stabil sekali, bahkan saat angin agak kencang dari arah Sebayur Island. Pagi di Loh Liang, kita tracking komodo dari jarak aman sambil minum ginger tea yang disediakan crew. The ranger was very informative, dan guide dari boat juga menjaga jarak dengan baik—penting buat kami yang bawa ibu hamil. Snorkeling di Taka Makassar? Water clarity-nya insane, almost like aquarium. Anak ikan napoleon berenang dekat banget. Makanannya juga dijaga—mostly organic, simple but flavorful. Satu-satunya kecil: wifi di malam hari agak drop, tapi to be fair, we were in the middle of nowhere. Justru itu yang kami cari—digital detox. Bisa duduk di dek sambil lihat bintang, suara ombak, dan suami baca puisi. Worth every rupiah.
L
Lina P. Siregar
🇩🇪Berlin, DE
40th Birthday di Tengah Karst
Milestone birthday harus dirayakan dengan cara yang meaningful, dan sailing di Dirga Kabila Boat dengan best friends dari Medan benar-benar delivered. Usia 40, dan kita semua butuh reminder bahwa life isn’t just deadlines. Itinerary ke Kanawa Island dan Bidadari Beach sempurna—pasir putih, air jernih, dan waktu yang sangat cukup untuk swim, laugh, dan just be. Mereka prepare birthday cake dengan local palm sugar—sweet, not cloying. Master Suite yang aku tempati punya balcony kecil, perfect for morning coffee. Satu hal: water pressure di kamar mandi agak turun pas semua orang mandi pagi, tapi itu minor. Malam terakhir, kita duduk di deck, minum wine, dan lihat bintang. No filter bisa capture itu. Pure magic.
Family Trip dengan Anak 8 & 10 Tahun
Bawa dua anak ke Komodo naik phinisi itu risky, tapi Dirga Kabila Boat handled it dengan sangat baik. Kapal 2017 tapi condition-nya masih crisp—AC di semua kabin termasuk Standard Cabin yang kami pakai untuk anak-anak. Crew-nya creative: pas di Wainilu, mereka buat treasure hunt ala pirate theme buat anak-anak, dengan clue di pulau kecil dan hadiah berupa snorkel gear mini. Anak saya yang 10 tahun langsung jatuh cinta sama coral di Castle Rock—visibility sekitar 15 meter, dia bilang kayak main di Minecraft yang beneran. Makanan disesuaikan juga—nasi goreng anak-anak pakai less spice, dan selalu ada buah segar di siang hari. Satu hal: speedboat transfer dari Labuan Bajo agak bumpy, maybe karena cuaca. Tapi kapal utama stabil. Anak-anak tidur nyenyak tiap malam. The sunset dinner di deck, with candles and soft music, itu moment yang tidak kami duga. Bukan luxury mewah banget, tapi thoughtful. Wish we had 1 more day—baru mau explore lebih dalam, tapi sudah harus kembali.