R
Rafi M. Lubis
🇮🇩Bukittinggi, ID
Romantic Getaway with Breathtaking Views
Bawa istri ke Putra Rezky Boat untuk anniversary ke-7. Nusa Kode menjadi highlight — pasirnya lembut, airnya jernih seperti kaca. We spent the afternoon just floating, talking, and drinking fresh coconut. Crew quietly set up a small speaker with lo-fi jazz — not too loud, just enough ambiance. Di Gili Lawa, snorkeling di sekitar karang yang dense dengan butterfly fish dan coral colors yang vibrant. Makanan sangat authentic, dengan sentuhan home-cooked feel. Kabin bersih, kasurnya firm tapi nyaman. Yang agak kurang: tidak ada bathtub, cuma shower. Tapi untuk pengalaman seperti ini, itu bisa diabaikan. Yang penting, kami merasa jauh dari semua distraksi. Even the stars felt brighter here.
B
Budi Santoso
🇮🇩Jakarta, ID
Honeymoon in Style, Minimalist Vibes
Honeymoon kami di Putra Rezky Boat jauh dari kesan crowded. Dengan hanya 4 kabin, rasanya private kayak charter full. Start dari Sebayur Island — the silence there, just waves and occasional bird calls, sangat grounding. We skipped the usual Padar hike and instead asked for a quiet bay untuk kayak — they accommodated without fuss. Di Kanawa Island, sunset-nya romantic banget, the sky turned into a gradient of peach and lavender. Makanan mostly local dengan twist modern: misalnya, ikan bakar dengan yuzu mayo. Kamar mandi pakai rain shower, tapi water pressure agak turun kalau dua kabin dipakai bersamaan. Tapi itu minor. Yang penting, crew tidak intrusif — they know when to appear and when to disappear. Exactly what we needed.
R
Rian A. Ginting
🇮🇩Pematang Siantar, ID
Anniversary yang Intim di Gili Lawa
Perayaan anniversary kami di Putra Rezky Boat jadi lebih meaningful. Kapalnya compact tapi elegan, cocok untuk pasangan. Dari Gili Lawa, sunrise-nya cinematic banget — the colors were just soft pastel gradients over the bay. We did a private snorkeling session around 9 pagi, and the crew prepared a little breakfast setup on the deck: local pisang goreng with kopi tubruk yang aroma-nya bikin betah. Yang paling memorable adalah malam di Nusa Kode, mereka arrange candlelit dinner di pantai kecil. Simple tapi thoughtful. WiFi agak inconsistent, tapi honestly, justru itu yang bikin kita lebih present. Kalau bisa, extend ke 5 hari biar lebih slow pace. Overall, the intimacy of the trip matched the boat’s size — not too big, not too small. Just right.
D
Dimas P. Wijaya
🇮🇩Sorong, ID
Serious Snorkeling di Castle Rock
Sebagai diver, saya mencari spot dengan current kuat dan biodiversity tinggi. Putra Rezky Boat bawa kami ke Castle Rock pas tidal change — perfect timing. Visibility 25 meter, and I saw eagle ray, reef shark, dan school of barracuda. Crew sangat aware of safety; always one guide per two divers. Di Nusa Kode, mereka tahu spot tersembunyi dengan soft coral yang jarang dikunjungi. Kabin simple tapi functional, with good ventilation. Satu catatan: dive deck agak sempit kalau semua prepare bareng. Tapi itu wajar untuk phinisi seukuran ini. Makanan sangat solid — banyak pilihan seafood segar. Overall, this trip exceeded my technical and comfort expectations. Sudah plan mau repeat next year.
A
Ayu Kusuma
🇮🇩Banjarmasin, ID
Sunrise di Padar, Worth the Hike
Sebagai photographer amatir, Putra Rezky Boat memberi akses perfect ke Padar Island saat golden hour. We anchored dekat Castle Rock, then early morning boat transfer untuk trek. Pemandangannya... literally out of this world. The contrast between pink beach dan laut biru tua bikin semua capek hilang. Crew bawa thermos kopi dan energy bar — thoughtful sekali. Malamnya, kita dinner di dek dengan candlelight, sambil dengar cerita nakhoda tentang migrasi ikan di Nusa Kode. Satu improvement: mungkin bisa tambah satu daybed di atas untuk baca buku sambil lihat bintang. Tapi overall, the flow of the trip sangat natural, tidak terasa rushed. Bahkan bisa swim dengan manta di spot yang jarang dikunjungi. Still dreaming about it.
D
Dian Ayu Lestari
🇮🇩Ambon, ID
Komodo Trip with Kids? Ternyata Bisa!
Sempat ragu bawa anak 6 dan 9 tahun ke Komodo, tapi Putra Rezky Boat handling-nya sangat profesional. Di Sebayur Island, mereka prepare shallow snorkeling zone yang aman, plus life jacket khusus kids. Anak-anak excited banget lihat penyu saat snorkeling dekat perahu. Di Padar Island, trekking kita adjust jadi half-way, and the crew wait with cold towels and banana slices. Makanan anak-anak disesuaikan — less spicy, more carbs. Tidur di kabin double jadi cozy, tapi cukup space. WiFi tidak stabil, tapi honestly, anak-anak malah main kartu dan dengar cerita dari crew. Best part? Malam di Kanawa Island, kita semua lihat bioluminescence dari dek. Magical moment. Next time, maybe extend to 5 hari biar lebih rileks.
Family Escape yang Nyaman dengan Anak
Bawa dua anak (usia 8 dan 11) ke Komodo naik Putra Rezky Boat ternyata smooth banget. Crew sangat patient, bahkan bikin kids activity kayak treasure hunt di Sebayur Island. They prepared floating noodles dan juice box saat kita snorkeling — detail kecil yang bikin parents lega. Kabin cukup luas, dan mereka kasih extra mattress biar anak bisa tidur bareng kita. Di Padar Island, kita trek pagi buta, then the boat picked us up with chilled towels and fresh coconut. Anak-anak excited banget lihat komodo dari jarak dekat di Rinca (meski bukan itinerary utama, mereka flexible). Hanya satu note: AC di kabin belakang agak berisik malam hari. Tapi overall, experience ini lebih immersive daripada resort. The kids still talk about ‘that pirate boat’ every week.
R
Rama M. Pardede
🇮🇩Sibolga, ID
Photography Expedition with Purpose
Saya booking Putra Rezky Boat untuk dedicated photography trip, dan mereka fully supported. Dari Castle Rock sampai Kanawa Island, timing dive dan snorkel diatur sesuai golden hours. Captain bahkan nunggu extra 20 menit biar saya bisa capture manta ray dari angle yang bagus. Kameraku heavy, tapi crew bantu bawa gear tanpa komplain. Mereka juga kasih local insight — misalnya, di Gili Lawa Loh, ternyata ada spot pasir putih yang jarang terdokumentasi karena harus low tide. Yang sedikit kurang: tidak ada dedicated charging station khusus untuk battery kamera. Harus sharing colokan. Tapi overall, the lighting on deck untuk editing malam hari cukup soft dan productive. Hasil foto saya masuk dua exhibition setelah trip ini — worth every frame.